Galaxy Z Fold 8 Diuji Ekstrem, Seberapa Tangguh Ponsel Lipat Samsung Ini?
Update Tekno – Samsung membawa sejumlah pembaruan pada Galaxy Z Fold 8, terutama pada struktur layar lipatnya. Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Flex Titanium. Samsung merancang teknologi tersebut untuk memperkuat struktur layar tanpa menghilangkan fleksibilitasnya. Selain itu, teknologi baru ini diklaim dapat menyamarkan bekas lipatan pada layar utama. Namun, klaim ketahanan tentu lebih menarik ketika diuji dalam kondisi ekstrem. Zack Nelson dari kanal JerryRigEverything kemudian melakukan serangkaian pengujian terhadap perangkat tersebut. Ketahanan Galaxy Z Fold 8 diuji melalui goresan, panas, debu, dan tekanan fisik. Bahkan, perangkat dibengkokkan secara paksa ke arah berlawanan dari mekanisme lipatan normalnya. Pengujian seperti ini memang jauh melampaui penggunaan sehari-hari. Meski demikian, hasilnya memberikan gambaran menarik mengenai konstruksi perangkat. Terlebih lagi, ponsel lipat memiliki lebih banyak komponen bergerak dibanding smartphone konvensional.
Layar Luar Mulai Tergores pada Level 6
Pengujian pertama menyasar layar luar Galaxy Z Fold 8. Bagian tersebut menjadi salah satu area yang paling sering bersentuhan dengan tangan dan benda lain. Menurut informasi pengujian, layar luar berukuran 5,5 inci memakai perlindungan Gorilla Glass Ceramic 3. Nelson kemudian menggores permukaannya menggunakan alat dengan tingkat kekerasan berbeda. Hasilnya cukup sesuai dengan karakter layar smartphone berbasis kaca. Goresan mulai terlihat pada level 6. Selanjutnya, bekas yang lebih dalam muncul ketika pengujian mencapai level 7. Hasil tersebut menunjukkan layar luar memiliki perlindungan yang jauh lebih baik dibanding panel fleksibel di bagian dalam. Namun, pengguna tetap sebaiknya menghindari kontak dengan material keras atau abrasif. Ketahanan Galaxy Z Fold 8 pada bagian luar memang cukup meyakinkan. Meski begitu, pengujian ekstrem memperlihatkan bahwa kaca pelindung tetap memiliki batas ketika menghadapi benda dengan tingkat kekerasan tinggi.
Layar Lipat Tetap Menjadi Bagian yang Lebih Sensitif
Berbeda dari layar luar, panel utama Galaxy Z Fold 8 membutuhkan struktur yang lentur. Layar berukuran 7,6 inci tersebut harus terus mengikuti gerakan perangkat ketika dibuka dan ditutup. Oleh karena itu, karakter permukaannya tidak dapat disamakan dengan kaca keras pada layar luar. Perbedaan tersebut langsung terlihat dalam pengujian goresan. Bekas gores dilaporkan sudah muncul pada level 2. Nelson juga menguji permukaan menggunakan beberapa benda sehari-hari. Hasil tersebut kembali mengingatkan bahwa layar fleksibel membutuhkan perlakuan lebih hati-hati. Teknologi Flex Titanium memang ditujukan untuk memperkuat struktur panel. Namun, peningkatan struktur bukan berarti permukaan layar menjadi kebal terhadap benda tajam. Dalam penggunaan normal, kondisi ekstrem seperti pengujian tersebut tentu jarang terjadi. Meskipun demikian, pengguna sebaiknya tetap menjaga layar dari benda keras. Dengan demikian, ketahanan Galaxy Z Fold 8 perlu dipahami berbeda antara layar luar dan panel fleksibelnya.
Api Meninggalkan Kerusakan Permanen pada Panel
Setelah pengujian goresan, layar Galaxy Z Fold 8 menghadapi panas langsung dari pemantik. Pengujian ini memperlihatkan bagaimana panel bereaksi terhadap temperatur ekstrem dalam waktu singkat. Pada layar utama, perubahan mulai terlihat setelah sekitar tujuh detik terkena api. Area tersebut berubah gelap dengan semburat hijau. Sayangnya, tampilan tidak kembali normal setelah sumber panas dijauhkan. Hal itu menunjukkan adanya kerusakan permanen pada bagian panel yang terkena panas. Sementara itu, layar luar mampu bertahan sedikit lebih lama. Perubahan tampilan baru terlihat setelah sekitar 10 detik. Area yang terkena api kemudian berubah menjadi hitam kehijauan. Sekali lagi, kondisi tersebut tidak kembali normal. Tentunya, pengujian api bukan simulasi penggunaan smartphone sehari-hari. Namun, hasilnya memperlihatkan batas material layar ketika menerima panas ekstrem. Karena itu, pengguna tetap perlu menghindarkan perangkat dari sumber panas tinggi untuk menjaga usia panel.
Baca Juga : 29 HP dan Tablet Xiaomi Dapat HyperOS 4 Lebih Dulu, Ini Jadwal Lengkapnya
Debu Tidak Langsung Mengganggu Mekanisme Engsel
Engsel menjadi salah satu bagian terpenting pada sebuah smartphone lipat. Komponen tersebut bergerak berkali-kali sepanjang masa penggunaan perangkat. Karena itu, masuknya partikel asing selalu menjadi perhatian. Dalam pengujiannya, Nelson menaburkan debu pada Galaxy Z Fold 8. Partikel tersebut juga diarahkan menuju area di sekitar mekanisme engsel. Beberapa debu terlihat menempel pada bodi. Sementara itu, partikel logam berkumpul di sekitar bagian perangkat yang memiliki magnet. Menariknya, mekanisme lipatan masih dapat bekerja setelah pengujian tersebut. Ponsel tetap bisa dibuka dan ditutup seperti sebelumnya. Galaxy Z Fold 8 juga disebut membawa sertifikasi IP48. Meski demikian, sertifikasi ketahanan bukan alasan untuk sengaja membawa perangkat ke lingkungan yang penuh partikel halus. Debu tetap berpotensi menjadi tantangan bagi perangkat dengan komponen bergerak. Akan tetapi, hasil pengujian ini memberikan gambaran positif mengenai konstruksi engselnya.
Bend Test Menjadi Ujian Terberat Galaxy Z Fold 8
Bagian paling menarik muncul ketika Galaxy Z Fold 8 menjalani bend test. Dalam pengujian ini, perangkat dibengkokkan ke arah yang berlawanan dari lipatan normalnya. Saat perangkat tertutup, konstruksinya terlihat sangat kaku. Tekanan dari depan maupun belakang tidak menghasilkan perubahan bentuk yang berarti. Namun, situasinya berbeda ketika ponsel dibuka. Galaxy Z Fold 8 dapat melengkung cukup jauh ketika mendapat tekanan ekstrem. Meski demikian, bodinya tidak langsung patah. Layar utama juga tetap berada pada tempatnya dan tidak terlepas dari rangka. Hasil tersebut menjadi salah satu poin penting dalam melihat ketahanan Galaxy Z Fold 8. Smartphone lipat memiliki struktur yang jauh lebih kompleks dibanding ponsel biasa. Oleh sebab itu, kemampuannya menghadapi tekanan berlawanan memberikan gambaran mengenai kekuatan rangka dan engsel. Tentu saja, pengguna tidak disarankan mencoba pengujian serupa pada perangkat mereka sendiri.
Kaca Belakang Justru Terlepas Lebih Dahulu
Meskipun berhasil bertahan dari bend test, Galaxy Z Fold 8 tidak keluar tanpa kerusakan. Ketika tekanan semakin besar, panel kaca belakang dilaporkan menjadi bagian yang lebih dahulu terlepas. Kondisi tersebut menarik karena layar utama dan struktur lipatan masih bertahan. Dengan kata lain, titik kegagalan tidak langsung terjadi pada panel fleksibel atau engsel utama. Dari perspektif konstruksi, hasil tersebut menunjukkan rangka perangkat mampu mendistribusikan tekanan dengan cukup baik. Namun, kaca belakang yang terlepas tetap menjadi bentuk kerusakan serius. Sekali lagi, tekanan dalam pengujian ini jauh melampaui kondisi pemakaian normal. Smartphone biasanya tidak menerima gaya sebesar itu dalam aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, kecelakaan tetap dapat terjadi ketika perangkat terjatuh atau tertekan benda berat. Oleh karena itu, penggunaan casing masih masuk akal untuk memberikan perlindungan tambahan. Terutama karena ponsel lipat premium memiliki banyak komponen yang biaya perbaikannya dapat cukup tinggi.
Pemindai Sidik Jari Tetap Bekerja Setelah Digores
Ujian terakhir menyasar komponen yang sering digunakan setiap hari, yaitu pemindai sidik jari. Samsung mengintegrasikan sensor biometrik tersebut pada tombol daya Galaxy Z Fold 8. Sebelumnya, Nelson telah memberikan berbagai goresan pada area tombol. Tujuannya adalah melihat apakah kerusakan pada permukaan dapat memengaruhi kemampuan sensor membaca sidik jari. Hasilnya cukup menarik. Sensor dilaporkan masih dapat mengenali sidik jari dengan cepat setelah menerima perlakuan ekstrem. Bahkan, Nelson memberikan penilaian positif terhadap kecepatan responsnya. Dari perspektif penggunaan sehari-hari, kondisi ini menjadi nilai tambah. Tombol daya merupakan komponen yang sering bersentuhan langsung dengan jari. Selain itu, lokasinya di sisi perangkat membuatnya berpotensi terkena gesekan. Oleh sebab itu, kemampuan sensor untuk tetap bekerja setelah permukaannya mengalami goresan memberikan gambaran positif mengenai daya tahan komponen kecil tetapi penting tersebut.
Flex Titanium Kuat, tetapi Bukan Berarti Tidak Bisa Rusak
Serangkaian pengujian menunjukkan bahwa ketahanan Galaxy Z Fold 8 memiliki dua sisi yang berbeda. Struktur bodi dan engsel mampu menghadapi tekanan ekstrem dengan cukup mengesankan. Selain itu, debu tidak langsung membuat mekanisme lipatan berhenti bekerja. Sensor sidik jari juga tetap berfungsi setelah mendapatkan goresan. Namun, layar utama tetap menjadi bagian yang membutuhkan perhatian lebih. Permukaannya jauh lebih mudah tergores dibanding layar luar. Panas ekstrem juga dapat meninggalkan kerusakan permanen pada kedua panel. Hal tersebut sebenarnya tidak mengejutkan karena layar fleksibel membutuhkan material dengan karakter berbeda dari kaca smartphone biasa. Flex Titanium tampaknya lebih relevan terhadap kekuatan struktur dan fleksibilitas layar daripada perlindungan terhadap setiap jenis kerusakan. Karena itu, Galaxy Z Fold 8 tetap perlu digunakan secara wajar. Pengujian ekstrem memang memperlihatkan batas perangkat, tetapi daya tahan sehari-hari tetap sangat bergantung pada bagaimana pemilik merawatnya.