Update Tekno – Spesifikasi OnePlus Buds Clip memperkenalkan pendekatan baru dalam jajaran audio nirkabel OnePlus. Perangkat yang diperkenalkan secara global pada 26 Oktober 2026 ini menggunakan bentuk menyerupai huruf C dan dijepitkan pada daun telinga. Desain tersebut berbeda dari earbud bertangkai yang lebih dahulu dikenal dalam lini produknya. Selain menawarkan bentuk baru, OnePlus membekalinya dengan dual driver, koneksi dua perangkat, dan fitur panggilan berbasis AI. Namun, daya tariknya tidak cukup dinilai dari daftar teknologi. Kenyamanan di telinga dan kesesuaian karakter suara tetap menjadi hal penting dalam penggunaan sehari-hari.
Lengkungan Ni-Ti Dirancang Mengikuti Bentuk Telinga
Penghubung kedua bagian earbud menggunakan strip nikel-titanium atau Ni-Ti yang dibentuk menjadi lengkungan ramping. Menurut OnePlus, material tersebut fleksibel dan dapat kembali ke bentuk semula setelah ditekuk. Tujuannya adalah menjaga posisi perangkat tanpa memberikan tekanan berlebihan pada telinga. Namun, klaim nyaman sepanjang hari tetap bergantung pada bentuk telinga dan kepekaan masing-masing pengguna. Karena itu, desain yang terasa pas bagi seseorang belum tentu memberikan pengalaman identik bagi orang lain. Bagi calon pembeli, kesempatan mencoba posisi jepit akan membantu menilai kenyamanan secara lebih nyata daripada hanya melihat bentuk produknya.
Dual Driver Membagi Tugas Frekuensi Rendah dan Tinggi
Buds Clip membawa woofer 11 mm dan tweeter 9 mm yang didukung dual DAC. OnePlus bekerja sama dengan Dynaudio untuk penyetelan suaranya. Secara rancangan, penggunaan dua driver memberi ruang bagi pembagian tugas dalam reproduksi frekuensi rendah dan tinggi. Meski demikian, konfigurasi tersebut tidak otomatis memastikan suara akan sesuai dengan semua selera. Kualitas yang terdengar juga dipengaruhi penyetelan, posisi earbud, sumber audio, dan lingkungan. Kolaborasi Dynaudio menjadi daya tarik tersendiri, tetapi penilaian mengenai kejernihan vokal atau kekuatan bass tetap membutuhkan pengujian langsung.
Dukungan LHDC Memerlukan Perangkat yang Kompatibel
OnePlus menyertakan dukungan codec LHDC 5.0, AAC, dan SBC untuk transmisi audio. Namun, manfaat codec tertentu hanya dapat digunakan apabila perangkat sumber mendukungnya. Karena itu, mencantumkan LHDC pada earbud tidak berarti seluruh ponsel otomatis memperoleh pengalaman yang sama. Pengguna juga perlu memperhatikan pengaturan audio dan aplikasi pendamping yang tersedia. Sementara itu, desain open-ear menawarkan pengalaman berbeda dari earbud yang menutup saluran telinga. Suara sekitar masih dapat menjadi bagian dari pengalaman mendengarkan. Pilihan desain ini perlu disesuaikan dengan kebiasaan, terutama bagi pengguna yang sering berada di lingkungan ramai.
Baca Juga : Honor Pad X10 Mini Resmi, Tablet Ringkas dengan Baterai 8.000 mAh
Teknologi Dipole Ditujukan untuk Mengurangi Kebocoran Suara
Desain terbuka menimbulkan tantangan berupa suara yang dapat terdengar oleh orang di sekitar. Untuk menguranginya, OnePlus menggunakan teknologi Dipole Sound-Field melalui ventilasi pada bagian belakang earbud. Sistem tersebut dirancang memanfaatkan gelombang suara berlawanan untuk menekan kebocoran. Namun, mengurangi kebocoran tidak sama dengan menjamin suara sama sekali tidak terdengar keluar. Tingkat volume dan keadaan ruangan tetap berpengaruh. Selain itu, teknologi ini berbeda dari fitur untuk meredam suara lingkungan yang masuk ke telinga. Memahami perbedaannya membantu pengguna memilih perangkat berdasarkan kebutuhan, bukan hanya istilah yang terdengar serupa.
Enam Mikrofon Membantu Menangkap Suara saat Menelepon
Untuk panggilan, Buds Clip menggabungkan enam mikrofon, unit penangkap getaran suara, dan chip audio AI 6 nm. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mengenali suara pengguna serta mengurangi gangguan latar belakang pada percakapan. Fitur ini menarik bagi orang yang sering menerima telepon ketika berpindah tempat. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda saat menghadapi angin, lalu lintas, atau keramaian. Peredaman kebisingan untuk mikrofon juga tidak otomatis berarti pengguna memperoleh isolasi suara saat mendengarkan musik. Karena itu, kemampuan panggilan dan kemampuan meredam lingkungan perlu dinilai sebagai dua aspek yang berbeda.
Baterai 40 Jam Merupakan Total Pemakaian Bersama Casing
Klaim hingga 40 jam mencakup penggunaan earbud bersama pengisian ulang dari charging case, bukan sekali pakai tanpa jeda. Dalam mode AAC, OnePlus menyebut daya tahan earbud hingga 9,5 jam per pengisian. Sementara itu, mode LHDC memiliki klaim hingga 8 jam, atau 36 jam bersama casing. Pengujian baterai dilakukan pada kondisi tertentu, termasuk pengaturan volume. Oleh sebab itu, durasi aktual dapat berubah sesuai panggilan, fitur aktif, dan kebiasaan mendengarkan. Perbedaan ini penting agar pengguna tidak mengira earbud mampu memutar audio selama 40 jam tanpa kembali ke kotaknya.
Bluetooth dan Multipoint Mendukung Perpindahan Perangkat
Buds Clip mendukung Bluetooth 6.1 serta koneksi multipoint untuk terhubung ke dua perangkat. Sebagai contoh, pengguna dapat menghubungkannya dengan ponsel dan laptop untuk kebutuhan kerja. Selain itu, Google Fast Pair dan Windows Swift Pair membantu proses pemasangan pada perangkat yang kompatibel. Fitur lain mencakup kontrol sentuh untuk volume, pemberitahuan ketika earbud terlepas, serta penerjemahan AI melalui ponsel OnePlus tertentu. Namun, ketersediaan seluruh fungsi tidak selalu sama pada setiap perangkat. Calon pengguna perlu memeriksa kompatibilitas ponsel, versi sistem, dan aplikasi pendamping agar mengetahui fitur yang benar-benar dapat digunakan.
Sertifikasi IP55 Berlaku pada Earbud, Bukan Charging Case
OnePlus mencantumkan ketahanan debu dan air IP55 pada earbud, sedangkan charging case tidak memiliki perlindungan IP55 tersebut. Karena itu, keduanya tidak boleh diperlakukan dengan cara yang sama ketika terkena air. Pastikan earbud kering sebelum dimasukkan kembali ke casing. Perlindungan ini juga bukan alasan untuk menggunakan perangkat saat berenang atau merendamnya. Secara keseluruhan, Buds Clip menawarkan kombinasi desain terbuka, audio dual driver, dan konektivitas praktis. Nilainya bagi pengguna akan bergantung pada kenyamanan jepitan, kebutuhan mendengarkan, serta kompatibilitas fitur dengan perangkat yang sudah dimiliki.