OpenAI dan Samsung Makin Akrab, Chip AI Baru Jadi Fokus
Update Tekno – OpenAI dan Samsung semakin mempererat hubungan di tengah kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan yang terus meningkat. Salah satu area penting dalam kolaborasi tersebut berkaitan dengan pengembangan chip generasi berikutnya. Harrison Kim, General Manager OpenAI Korea, mengatakan kedua perusahaan telah membuat kemajuan dalam produksi dan penelitian bersama terkait chip yang sedang dikembangkan OpenAI. Namun, pernyataan itu bukan pengumuman kesepakatan baru. OpenAI menjelaskan bahwa komentar tersebut merujuk pada hubungan yang sudah dibangun sebelumnya. Kolaborasi kedua perusahaan juga mencakup kebutuhan infrastruktur AI serta penerapan layanan OpenAI di lingkungan Samsung. Menurut saya, perkembangan ini memperlihatkan perubahan penting dalam industri AI. Persaingan tidak lagi hanya terjadi pada model atau aplikasi. Perusahaan juga berlomba mengamankan komputasi, chip, memori, dan kapasitas pusat data dalam skala sangat besar.
OpenAI Sedang Mengembangkan Akselerator AI Sendiri
Hubungan dengan Samsung semakin relevan karena OpenAI sedang mengembangkan akselerator AI rancangan sendiri. Pada Oktober 2025, OpenAI dan Broadcom mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan 10 gigawatt akselerator AI khusus. OpenAI bertanggung jawab merancang akselerator dan sistemnya. Sementara itu, pengembangan serta penerapannya dilakukan bersama Broadcom. Deployment ditargetkan mulai pada paruh kedua 2026 dan berlangsung hingga akhir 2029. Strategi tersebut memungkinkan OpenAI membawa pengalaman dari pengembangan model langsung ke rancangan hardware. Namun, merancang chip hanyalah satu bagian dari proses. Produksi dalam skala besar tetap membutuhkan jaringan mitra semikonduktor dan pemasok komponen. Menurut saya, inilah alasan hubungan dengan perusahaan seperti Samsung menjadi semakin strategis. Infrastruktur AI modern membutuhkan ekosistem yang jauh lebih luas daripada sekadar prosesor.
HBM Menjadi Komponen Penting untuk Akselerator AI
Salah satu komponen yang semakin penting adalah high-bandwidth memory atau HBM. Jenis memori ini dirancang untuk menyediakan bandwidth tinggi yang dibutuhkan dalam pemrosesan data berskala besar. Beban kerja AI modern membutuhkan perpindahan data dalam jumlah sangat besar antara memori dan unit pemrosesan. Karena itu, performa chip saja tidak cukup. Ketersediaan memori berkecepatan tinggi ikut menentukan kemampuan sebuah sistem AI. Permintaan HBM juga terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur komputasi baru. Bahkan, kekurangan pasokan HBM telah menjadi hambatan bagi sejumlah pembuat chip AI. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa memori kini menjadi bagian strategis dalam rantai pasok AI global. Menurut saya, perusahaan yang mampu mengamankan kapasitas HBM dalam jumlah besar akan memiliki keuntungan penting. Mereka dapat merencanakan pengembangan sistem tanpa terlalu bergantung pada pasar memori yang semakin ketat.
Samsung Berpotensi Memainkan Peran Strategis
Samsung memiliki posisi menarik karena perusahaan Korea Selatan tersebut merupakan salah satu produsen memori terbesar dunia. Kerja sama sebelumnya dengan OpenAI memang telah menempatkan Samsung dalam pengembangan infrastruktur AI. Pada Oktober 2025, OpenAI mengumumkan kemitraan strategis dengan Samsung dan SK sebagai bagian dari Stargate. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan pasokan advanced memory yang dibutuhkan untuk AI generasi berikutnya. Samsung Electronics dan SK hynix bahkan berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan target gabungan hingga 900.000 DRAM wafer starts per bulan. Karena itu, hubungan Samsung dengan OpenAI bukan sekadar kolaborasi perangkat lunak. Ada kepentingan besar pada lapisan hardware dan infrastruktur. Menurut saya, posisi Samsung semakin penting ketika kebutuhan komputasi OpenAI terus bertambah.
Tidak Ada Kesepakatan Baru yang Diumumkan
Meski komentar terbaru terdengar seperti perkembangan besar, OpenAI memberikan konteks penting. Perusahaan menegaskan bahwa pernyataan Harrison Kim tidak merujuk pada kontrak atau kesepakatan baru. Reuters melaporkan komentar tersebut berkaitan dengan hubungan yang telah berlangsung sejak tahun sebelumnya. Karena itu, narasi bahwa kedua perusahaan baru saja menandatangani proyek chip tertentu perlu dihindari. Yang terlihat saat ini adalah pendalaman dari hubungan yang sudah dibangun. Menurut saya, perbedaan tersebut penting dalam membaca berita teknologi. Pernyataan mengenai “kemajuan” dalam kerja sama tidak selalu berarti kontrak komersial baru telah ditandatangani. Namun, hal itu tetap menunjukkan bahwa hubungan teknis kedua perusahaan terus bergerak. Terlebih lagi, kebutuhan hardware AI berkembang sangat cepat sehingga kerja sama jangka panjang dapat memiliki nilai strategis besar.
Baca Juga : Samsung Galaxy Z Fold 8 Lebih Tipis dan Ringan dari iPhone Duo
Hubungan Keduanya Sudah Terbangun Sejak 2025
Fondasi kerja sama OpenAI dan Samsung terlihat jelas sejak Oktober 2025. Saat itu, OpenAI mengumumkan kemitraan dengan Samsung dan SK dalam proyek Stargate. Fokusnya mencakup peningkatan pasokan advanced memory serta eksplorasi kapasitas pusat data AI di Korea Selatan. OpenAI juga menandatangani sejumlah kesepakatan untuk mengevaluasi pengembangan data center generasi berikutnya. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Korea Selatan memiliki posisi penting dalam strategi infrastruktur AI OpenAI. Negara tersebut mempunyai industri semikonduktor besar, jaringan teknologi matang, dan perusahaan memori berkelas global. Menurut saya, hubungan ini merupakan kombinasi kebutuhan yang saling melengkapi. OpenAI membutuhkan komputasi dalam skala besar. Sementara itu, Samsung memiliki kemampuan manufaktur dan teknologi memori yang dibutuhkan untuk mendukung ekspansi tersebut.
Samsung Juga Mengadopsi ChatGPT dan Codex
Hubungan kedua perusahaan tidak berhenti pada hardware. Samsung Electronics juga memperluas penggunaan teknologi OpenAI secara internal. Pada Juni 2026, ChatGPT Enterprise dan Codex tersedia bagi seluruh karyawan Samsung Electronics di Korea. Akses tersebut juga diberikan kepada karyawan divisi Device eXperience di berbagai negara. OpenAI menyebut implementasi tersebut sebagai salah satu deployment perusahaan terbesarnya. Samsung dapat memanfaatkan teknologi tersebut mulai dari riset dan pengembangan hingga manufaktur, pemasaran, serta fungsi korporasi. Hal ini memperlihatkan hubungan dua arah yang menarik. Samsung berpotensi mendukung kebutuhan infrastruktur OpenAI, sementara teknologi OpenAI digunakan dalam aktivitas perusahaan Samsung. Menurut saya, model kolaborasi seperti ini lebih kuat daripada hubungan pemasok biasa. Kedua perusahaan memiliki kepentingan di beberapa lapisan ekosistem sekaligus.
Chip AI Membutuhkan Ekosistem yang Sangat Kompleks
Membangun akselerator AI bukan hanya soal merancang sebuah prosesor. Perusahaan membutuhkan teknologi memori, manufaktur, jaringan, packaging, server, dan pusat data. Semua bagian tersebut harus mampu bekerja dalam skala besar. OpenAI sendiri tidak beroperasi sebagai perusahaan manufaktur semikonduktor tradisional. Karena itu, kemitraan menjadi bagian penting dari strategi hardware-nya. Kolaborasi dengan Broadcom menunjukkan bagaimana OpenAI mengembangkan sistem akselerator melalui mitra teknologi. Sementara itu, Samsung dan SK berada pada sisi penting lain melalui advanced memory dan infrastruktur. Menurut saya, strategi tersebut menggambarkan arah baru perusahaan AI. Mereka tidak harus memiliki seluruh rantai produksi sendiri. Namun, mereka perlu membangun jaringan pemasok yang kuat agar desain hardware dapat benar-benar diproduksi dan digunakan dalam jumlah besar.
Ledakan AI Membuat Pasokan Memori Semakin Strategis
Permintaan terhadap memori AI meningkat seiring pembangunan data center dan munculnya akselerator baru. Situasi pasokan bahkan telah memengaruhi harga chip di sejumlah pasar. Reuters melaporkan kekurangan HBM telah mendorong kenaikan harga beberapa prosesor AI di China. Kondisi tersebut memberikan gambaran mengenai betapa strategisnya memori dalam industri saat ini. Ketika pasokan terbatas, produsen akselerator dapat menghadapi kenaikan biaya dan keterlambatan produksi. Karena itu, perusahaan yang sedang merancang chip generasi berikutnya memiliki alasan kuat untuk mengamankan rantai pasok sejak dini. Menurut saya, inilah konteks yang membuat kedekatan OpenAI dengan Samsung semakin menarik. Kerja sama teknologi bukan hanya soal mendapatkan performa terbaik. Kepastian kapasitas produksi juga menjadi bagian penting dari persaingan.
Stargate Membuat Kebutuhan Hardware Semakin Besar
Skala kebutuhan OpenAI juga dapat dilihat melalui proyek Stargate. Proyek tersebut diumumkan pada Januari 2025 dengan rencana investasi hingga US$500 miliar untuk membangun infrastruktur AI di Amerika Serikat selama empat tahun. OpenAI bertanggung jawab pada sisi operasional, sementara SoftBank memegang tanggung jawab finansial. Infrastruktur dengan skala seperti ini membutuhkan pasokan komponen dalam jumlah sangat besar. Chip, memori, jaringan, dan sistem server menjadi bagian penting dari ekspansi tersebut. Kolaborasi dengan Samsung dan SK kemudian memperluas ekosistem Stargate ke Korea Selatan. Menurut saya, strategi ini memperlihatkan bahwa kompetisi AI sudah memasuki fase pembangunan infrastruktur industri. Model AI yang semakin canggih membutuhkan fondasi fisik yang juga semakin besar.
Chip Generasi Berikutnya Masih Perlu Dilihat Perkembangannya
Materi sumber menyebut nama “Jalapeno” untuk akselerator generasi pertama dan “Habanero” sebagai sebutan sementara generasi berikutnya. Namun, informasi publik resmi yang saya temukan lebih jelas mengonfirmasi program akselerator rancangan OpenAI bersama Broadcom, bukan seluruh detail teknis dari nama kode tersebut. Karena itu, detail mengenai penggunaan HBM4 atau HBM4E pada chip tertentu sebaiknya tetap diperlakukan sebagai informasi yang belum sepenuhnya dikonfirmasi secara resmi. Yang sudah jelas, OpenAI memang merancang akselerator sendiri dan membutuhkan ekosistem hardware berskala besar. Menurut saya, pemisahan antara fakta resmi dan detail yang masih berkembang penting untuk menjaga kualitas berita teknologi.
OpenAI dan Samsung Bisa Semakin Penting di Era AI
Hubungan OpenAI dan Samsung menunjukkan bagaimana industri AI semakin bergantung pada kolaborasi lintas perusahaan. OpenAI membawa kebutuhan komputasi, desain akselerator, dan ekosistem model AI. Samsung memiliki kekuatan besar pada teknologi semikonduktor dan memori. Keduanya juga sudah bekerja sama melalui Stargate serta penerapan ChatGPT dan Codex di lingkungan Samsung. Meski belum ada pengumuman kesepakatan chip baru dari komentar Harrison Kim, kemajuan dalam penelitian dan produksi tetap menunjukkan hubungan yang semakin erat. Menurut saya, area paling menarik untuk diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana kerja sama tersebut diterjemahkan menjadi hardware nyata. Jika kebutuhan akselerator OpenAI terus meningkat, kemampuan mengamankan memori dan kapasitas produksi dapat menjadi sama pentingnya dengan kemampuan merancang chip itu sendiri.