Review TECNO POVA 8 5G: Baterai 8.000 mAh dan AMOLED 144 Hz Jadi Andalan
Update Tekno – TECNO kembali memperkuat lini POVA lewat generasi kedelapan. Kali ini, TECNO POVA 8 5G datang dengan baterai jumbo 8.000 mAh. Kapasitas tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah seri POVA. Karena itu, daya tahan menjadi salah satu daya tarik utamanya. Selain baterai besar, perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 7100 dengan konektivitas 5G. Layar AMOLED 144 Hz juga membuat spesifikasinya terasa menarik untuk standar 2026. Sementara itu, desain gaming tetap dipertahankan melalui konsep Interstellar Spaceship Design. TECNO turut menambahkan Alive Matrix Display di bagian belakang. Fitur tersebut menghadirkan lampu LED dengan beragam animasi. Secara keseluruhan, POVA 8 5G terlihat masih mempertahankan DNA seri POVA. Fokusnya tetap pada performa, daya tahan, serta desain yang menonjol.
Paket Penjualan Masih Lengkap dan Praktis
Isi kotak TECNO POVA 8 5G masih tergolong lengkap. Pengguna mendapatkan unit smartphone dengan screen protector yang sudah terpasang. Selain itu, tersedia charger 45 W dan kabel USB-C. Hard case transparan juga disertakan sejak awal. Dengan demikian, pengguna tidak harus langsung membeli pelindung tambahan. TECNO turut memberikan SIM tray ejector, dokumen penjualan, serta kartu perdana AXIS. Paket seperti ini terasa cukup menarik pada 2026. Beberapa merek mulai mengurangi aksesori dalam kotak penjualan. Sebaliknya, TECNO masih memberikan perangkat dasar yang dibutuhkan pengguna. Menurut saya, hal kecil seperti ini memberi nilai tambah. Terutama bagi pembeli yang ingin langsung menggunakan ponsel tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Interstellar Spaceship Design Membuat Tampilan Lebih Futuristik
Desain menjadi salah satu karakter kuat pada seri POVA. Pada generasi terbaru, TECNO memakai konsep Interstellar Spaceship Design. Bagian belakang dibuat dengan motif futuristik yang mengingatkan pada perangkat gaming. Karena itu, desainnya tidak terasa polos. Material back cover dan frame sama-sama menggunakan polikarbonat. Namun, finishing keduanya berbeda. Bagian belakang menggunakan finishing glossy. Sementara itu, frame memakai permukaan matte. Kombinasi tersebut membuat tampilannya terlihat lebih variatif. TECNO menyediakan empat pilihan warna. Pilihannya adalah Arc White, Graphite Black, Helios Orange, dan Echo Green. Dengan beberapa warna tersebut, pengguna bisa memilih gaya yang lebih kalem atau lebih mencolok. Secara visual, POVA 8 5G memang dibuat untuk pengguna yang menyukai desain berani.
Dimensi Besar Terbayar oleh Baterai 8.000 mAh
TECNO POVA 8 5G memiliki tinggi 165,6 mm dan lebar 78,4 mm. Ketebalannya berada di angka 8,8 mm. Sementara itu, bobot perangkat mencapai 229 gram. Angka tersebut membuatnya terasa cukup berat dibanding ponsel biasa. Namun, bobot tersebut masih masuk akal karena kapasitas baterainya sangat besar. Baterai 8.000 mAh tentu membutuhkan ruang ekstra di dalam bodi. Karena itu, TECNO tampaknya lebih memprioritaskan daya tahan dibanding desain tipis. Pengguna yang sering bermain game atau bepergian mungkin lebih mudah menerima kompromi ini. Sebaliknya, mereka yang menyukai ponsel ringan perlu mempertimbangkan bobotnya. Menurut saya, karakter POVA memang lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan ketahanan daripada ergonomi super ringan.
Sertifikasi MIL-STD-810H dan IP64 Tambah Rasa Aman
Dari sisi ketahanan, TECNO POVA 8 5G membawa sertifikasi MIL-STD-810H. Perangkat ini juga memiliki rating IP64. Sertifikasi tersebut memberi perlindungan terhadap debu dan percikan air dari arah tertentu. Namun, IP64 bukan berarti ponsel aman untuk direndam. Oleh karena itu, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika berada dekat air. Fitur ketahanan ini tetap menjadi nilai tambah untuk penggunaan sehari-hari. Terlebih, seri POVA sering dipasarkan sebagai perangkat yang cocok untuk aktivitas intensif. Dengan bodi besar dan baterai jumbo, tambahan perlindungan seperti ini terasa relevan. Meski demikian, perlakuan hati-hati tetap diperlukan. Sertifikasi tidak berarti perangkat kebal terhadap semua bentuk benturan atau cairan.
Baca Juga : Redmi Note 17 Series Makin Dekat ke Indonesia, Sertifikasi Jadi Petunjuk Kuat
Layar AMOLED 144 Hz Jadi Nilai Jual Utama
Bagian depan menggunakan layar AMOLED 6,76 inci. Resolusinya mencapai Full HD+ pada 2.344 x 1.080 piksel. Selain itu, panel ini mendukung refresh rate adaptif hingga 144 Hz. Angka tersebut cukup tinggi untuk smartphone kelas menengah. Karena itu, navigasi dan animasi dapat terasa lebih mulus. Refresh rate tinggi juga memberi manfaat saat memainkan game yang mendukung frame rate besar. Sementara itu, teknologi AMOLED menawarkan warna yang kuat dan kontras tinggi. Kombinasi layar besar dan refresh rate cepat membuat POVA 8 5G cocok untuk multimedia. Namun, data tingkat kecerahan layar belum tercantum lengkap dalam sumber yang diberikan. Karena itu, performa layar di bawah cahaya matahari belum dapat dinilai dari informasi ini.
Dimensity 7100 Menjadi Mesin Utama POVA 8 5G
Untuk performa, TECNO mempercayakan perangkat ini kepada MediaTek Dimensity 7100. Chipset tersebut sudah mendukung jaringan 5G. Karena itu, perangkat ini tetap relevan untuk penggunaan jangka panjang. Seri POVA memang dikenal sebagai lini yang menonjolkan performa. Maka, pemilihan Dimensity 7100 terasa sesuai dengan karakter produk. Chipset ini dipadukan dengan HiOS 16 sebagai sistem antarmukanya. Menariknya, HiOS 16 disebut membawa lebih banyak fitur dan bebas iklan. Hal ini bisa meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Namun, performa sesungguhnya tetap perlu dinilai melalui pengujian gaming, suhu, dan benchmark. Dari spesifikasi dasar, kombinasi chipset dan baterai jumbo terlihat menjanjikan. Terutama bagi pengguna yang sering bermain game dalam sesi panjang.
Kamera Utama 50 MP Memakai Sony LYT 600
Sektor kamera utama menggunakan sensor Sony LYT 600 beresolusi 50 MP. Kamera tersebut memiliki bukaan f/1.8 dan dukungan autofocus. Untuk video, perangkat mampu merekam hingga resolusi 2K 30 FPS. Selain itu, tersedia pilihan 1080p 60 FPS. Konfigurasi ini cukup menarik untuk kebutuhan harian. TECNO juga menyediakan berbagai fitur tambahan. Beberapa di antaranya adalah AIGC Portrait, Super Night, Wide Selfie, Time Lapse, Dual Video, dan Vlog. Selain kamera utama, terdapat kamera tambahan yang berfungsi sebagai kamera bonus. Menurut saya, keberadaan sensor Sony LYT 600 menjadi poin yang cukup menarik. Namun, hasil akhir tetap bergantung pada pengolahan gambar dari software. Karena itu, kualitas kamera sebaiknya dinilai dari hasil foto nyata, bukan hanya angka megapiksel.
Alive Matrix Display Menjadi Pembeda di Bagian Belakang
Alive Matrix Display menjadi salah satu fitur paling unik pada TECNO POVA 8 5G. Sistem ini menggunakan lampu LED di bagian belakang perangkat. Lampu tersebut dapat menampilkan berbagai animasi. Efeknya bisa muncul ketika ada notifikasi, panggilan, proses charging, atau saat bermain game. Selain itu, tampilannya dapat dikustomisasi sesuai preferensi pengguna. Berdasarkan informasi yang diberikan, terdapat sekitar 49 skenario penggunaan yang mendukung fitur ini. Dari sisi fungsi, Alive Matrix Display memang bukan fitur yang wajib. Namun, dari sisi estetika, fitur tersebut memberi karakter yang kuat. Terutama bagi pengguna yang menyukai perangkat bergaya gaming. Menurut saya, keberadaan LED ini membuat desain POVA 8 5G terasa lebih personal. Fitur tersebut juga membantu membedakan perangkat ini dari banyak smartphone lain yang tampil lebih konservatif.
Speaker Mono Menjadi Salah Satu Kekurangan
Di sektor audio, TECNO POVA 8 5G hanya memiliki satu speaker. Artinya, konfigurasi yang digunakan masih mono. Meski demikian, perangkat sudah mendukung Dolby Atmos. Kualitas suaranya disebut berada di level standar. Untuk penggunaan biasa, konfigurasi ini mungkin masih cukup. Namun, pengalaman gaming dan menonton video akan terasa lebih imersif jika memakai speaker stereo. Di kelas perangkat dengan layar AMOLED 144 Hz, absennya speaker stereo terasa sedikit disayangkan. Selain itu, perangkat juga tidak menyediakan slot microSD. SIM tray hanya mendukung dua kartu nano SIM. Karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan kapasitas penyimpanan sejak awal. Dua kekurangan ini memang tidak fatal. Namun, keduanya penting untuk diperhatikan sebelum membeli.
Sensor Sidik Jari dan IR Menambah Kemudahan Penggunaan
Sisi kanan TECNO POVA 8 5G menampung tombol volume dan tombol daya. Sensor sidik jari terintegrasi langsung dengan tombol power. Posisi ini cukup praktis karena mudah dijangkau ketika ponsel digenggam. Sementara itu, bagian atas memiliki infrared atau IR. Fitur tersebut dapat membantu mengontrol perangkat elektronik yang kompatibel. Bagian kiri dibuat kosong tanpa tombol. Kemudian, sisi bawah diisi SIM tray, mikrofon, USB-C, dan grill speaker. Susunannya tergolong sederhana dan mudah digunakan. Tidak ada perubahan desain yang terlalu eksperimental pada area tombol. Karena itu, pengguna Android lama kemungkinan dapat langsung beradaptasi. Kehadiran IR juga menjadi tambahan menarik karena fitur tersebut mulai jarang ditemukan pada beberapa smartphone modern.
TECNO POVA 8 5G Masih Mantap untuk Standar 2026
Jika melihat keseluruhan paketnya, TECNO POVA 8 5G masih menawarkan konsep yang menarik untuk tahun 2026. Baterai 8.000 mAh menjadi daya tarik paling kuat. Selain itu, layar AMOLED 144 Hz dan Dimensity 7100 memperkuat karakter performanya. Kamera 50 MP dengan Sony LYT 600 juga menambah nilai pada sektor fotografi. Sementara itu, Alive Matrix Display membuat tampilannya lebih berbeda. Namun, perangkat ini bukan tanpa kompromi. Bobot 229 gram terasa cukup berat. Speaker mono dan ketiadaan microSD juga patut menjadi catatan. Meski demikian, POVA 8 5G tetap cocok bagi pengguna yang mencari baterai besar, desain gaming, dan jaringan 5G. Menurut saya, kombinasi tersebut membuatnya tetap relevan untuk standar smartphone 2026.