Tips Membeli HP Bekas

Ingin beli HP idaman tapi budget-nya nggak cukup? Tenang saja! Beli HP bekas solusinya. Menurut BankMyCell, harga jual HP bekas pada tahun pertama itu turun di kisaran 30-35% dari harga baru. Wow menggiurkan sekali ya! Tentu kamu bisa lebih hemat uang dengan membeli HP bekas.

Namun, jangan asal pilih saat membeli ponsel bekas. Teliti dan cek sebelum kamu membelinya. Apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin membeli HP bekas? Kami merangkumnya menjadi 7 tips membeli HP bekas sebagai berikut.

Ingin tahu lebih detail setiap tipsnya? Mari simak ulasan lengkapnya!

1.Tentukan HP apa yang ingin dibeli

Cara Memilih Hp

Sebelum pergi ke toko HP, tentukan HP apa yang ingin kamu beli. Kamu harus memastikan kebutuhanmu terlebih dulu. Ingin cari HP gaming? HP dengan kamera jernih? Atau HP standard untuk browsing dan media sosial?

Jika kamu ingin cari HP gaming, maka wajib memperhatikan chipset-nya dan kapasitas RAM serta ROM. Sementara untuk HP untuk fotografi, pastikan melihat spesifikasi kamera beserta dengan fitur-fiturnya. 

Apakah kamu saklek HP dengan brand tertentu atau tidak? Beberapa orang terkadang sangat suka dengan brand HP tertentu, misalnya harus merek Samsung. Namun juga ada yang tidak terlalu memikirkan merek, dan cenderung memilih spesifikasi yang diberikan.  

2. Survei harga HP bekas

Survey Hp Bekas Krasia
Kredit: KrASIA

Setelah kamu menentukan HP yang akan dibeli, saatnya survei harganya. Bagaimana mendapatkan kisaran harga yang akurat? Kamu bisa datang ke konter terdekat untuk menanyakan harga HP incaranmu.

Namun jika tidak ingin ribet, kamu tinggal buka marketplace, bisa Facebook, OLX, dan yang lainnya untuk mendapatkan kisaran harganya. Kamu bisa menuliskan HP yang ingin kamu beli. Misalnya, Infinix Hot 11s, maka akan muncul penawaran dengan berbagai kondisi dan harga.

Perlu kamu ingat, jangan tergiur dengan harga yang murah ya! Yang namanya beli barang bekas biasanya ada minusnya, sekalipun hanya baret karena pemakaian.  Harga yang ditawarkan itu juga masih bisa ditawar lagi.

Kamu juga bisa melihat reviewer HP di Youtube atau platform lainnya untuk mendapatkan harga HP terkini.

3. Cari penjual yang terpercaya

Cari Penjual Terpercaya

Setelah survei harga, cari seller yang terpercaya dan mempunyai portofolio penjualan yang baik. Untuk toko offline, usahakan memilih toko besar dan mempunyai reputasi yang baik. Toko HP besar biasanya juga menawarkan barang yang lengkap. Kamu bisa memilih berdasarkan kondisi atau warna yang kamu incar.

Kamu juga bisa melihat testimoni di toko tersebut melalui Google Knowledge Graph. Banyak yang memberikan respon baik atau buruk. Itu bisa menjadi pertimbangan dalam memilih toko HP.

Google Knowledge Graph Cari Penjual Yang Terpercaya

Sebagai contoh kamu ingin melihat review toko Android Ganteng Store. Kamu tinggal menuliskan “Android Ganteng Store” di Google, maka akan muncul gambar di atas. Tinggal lihat saja ulasan dan ratingnya apakah bagus atau tidak.

Sementara toko online, pastikan kamu memilih toko yang terverifikasi dengan rating yang bagus. Penting juga untuk melihat komentar dari pembeli sebelumnya. Apakah mereka puas dengan unit HP, pelayanan dan harganya atau tidak.

Komunitas online, seperti Facebook juga bisa kamu gunakan untuk menemukan seller terpercaya.  

4. Cek kelengkapan dan kondisi perangkat

Cek Kelengkapan Perangkat

Sudah mendapatkan seller yang amanah? Jangan lupa cek kondisi dan kelengkapan unitnya. Beberapa penjual menawarkan unit fullset, lengkap dari unit, charge, dusbook, bahkan hingga softcase dan earphone.  Namun ada juga yang menawarkan hanya unit saja atau batangan. Pastikan kamu memilih HP yang fullset dengan kelengkapan yang masih original.

Jangan ragu untuk cek HP pada semua sektor, termasuk kamera, charging, layar, body, hingga segelnya, masih utuh atau tidak. Cek juga fungsi dan fitur-fiturnya dengan saksama. Misalnya fitur NFC-nya masih berfungsi atau tidak, fitur Night Mode pada kamera masih bisa digunakan atau tidak dan yang lainnya.

Cek Kelengkapan Perangkat Kemenperin

Selanjutnya,  kamu juga bisa mengecek IMEI dan sinyalnya. Pastikan IMEI HP sesuai dengan dusbooknya dan terdaftar di Kemenperin. Begitu juga dengan sinyalnya, tes dari jaringan 3G, 4G, hingga 5G untuk memastikan sinyalnya aman.

5. Cek keaslian HP yang dipilih

Cek Keaslian Perangkat

Mengecek HP yang kita beli itu asli atau palsu memang sedikit tricky. Namun cara yang paling mudah ialah dengan menggunakan 16 digit nomor IMEI pada HP kita. Bagaimana caranya? Cukup ketikkan panggilan *#06# dan nanti akan muncul kode IMEI.

Setelah itu, kamu buka imei.info dan tinggal masukkan kode tersebut ke kolom yang tersedia. Maka akan muncul tipe HP yang dicek, apakah sama dengan yang kamu pegang atau tidak. Jika tipe HPnya sama, maka bisa disimpulkan HP tersebut asli.

Cek Keaslian Perangkat Homepage Imei Info

Masukkan nomor IMEI HP yang ingin kamu beli di kolom yang dilingkari merah, setelah itu klik “periksa” maka akan muncul tipe HP yang terdaftar.

Cek Keaslian Perangkat Hasil Imei Info

Cukup mudah bukan? Pastikan IMEI-nya tembus dan sesuai spesifikasi yang kamu beli.

6. Lakukan negosiasi dengan penjual

Cara Negosiasi

Jika kamu sudah cocok dengan HP incaranmu, saatnya negosiasi untuk mendapatkan harga terbaik. Negosiasi harga ini umumnya bisa terjadi saat kamu membelinya secara offline, baik di konter HP maupun COD.

Tawarlah dengan wajar. Jangan terlalu rendah dengan mengacu pada kisaran harga HPnya. Sebagai contoh, harga HP yang ditawarkan Rp. 2.350.000, sementara kisaran harganya adalah 2.100.000 hingga 2.500.000. Jadi, kamu bisa menawarnya mulai dari Rp.2.000.000 hingga deal.

Jika penawaranmu ditolak, naikkan harga secara bertahap hingga pada batas maksimal budget yang kamu siapkan.

Apabila kamu sudah memberikan penawaran maksimal, namun transaksi masih belum deal. Kamu bisa mencoba jurus pamungkas. Bilang saja, kamu mau mencarinya di konter lainnya sambil meninggalkan tempat. Biasanya, penjual akan memanggilmu kembali jika penawaranmu diterima.

Cara di atas terlihat sederhana, namun diklaim sangat worth.  

7. Pilih cara pembayaran yang nyaman

Cara Pembayaran Aman

Setelah negosiasi berhasil dan deal, lanjut ke tahap terakhir yakni pembayaran. Ada beberapa opsi pembayaran yang bisa disepakati bersama antara pembeli dan penjual. Ada cash, transfer bank,  uang digital, seperti OVO, Dana, dan lainnya. Selain itu kamu bisa menggunakan rekening bersama (rekber) menggunakan pihak ketiga seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan yang lain.

Jika penjual dan pembeli ketemu langsung, cara pembayaran cash lebih direkomendasikan. Namun jika terhalang jarak, maka cara pembayaran rekber sangat kami anjurkan. Alasannya jelas menghindari penipuan atau barang tidak jadi dikirim.

Kami tidak merekomendasikan transfer langsung, kecuali kamu sudah saling kenal dan mengetahui reputasi seller. Banyak kasus penipuan pembelian HP online di mana unit tidak dikirim setelah transfer uang. 

Kesimpulan

Sekarang kamu tidak perlu ragu lagi membeli HP bekas dengan memperhatikan 7 tips beli HP bekas di atas. Kamu bisa mendapatkan HP idaman dengan harga yang terjangkau tanpa harus takut kena zonk. Jika kamu mempunyai tips lain membeli HP bekas, jangan ragu ya untuk di share di kolom komentar. Cheers

Previous Article

Perbedaan Smartphone dan Tablet

Next Article

10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung A12 (Terlengkap)

Tinggalkan komentar